Gaya hidup Vegan, atau yang lebih dikenal dengan pola hidup sebagai vegetarian bukan hal yang asing lagi terdengar di telinga kita. Bahkan menurut sejarah yang ada, sudah sejak zaman Kerajaan Sriwijaya gaya hidup seperti ini sudah ada.
Demi alasan kesehatan juga pola hidup sebagai vegetarian semakin banyak digemari kalangan masyarakat hingga pada saat ini.
Perkembangan zaman, malah justru meningkatkan jumlah penganut pola makan non unsur hewani ini. Kini, pola vegetarian semakin banyak digemari kalangan masyarakat, mulai menengah ke atas hingga ke bawah. Berbagai alasan mereka lontarkan untuk menjelaskan mengapa pola hidup seperti itu yang mereka pilih.
Keragaman Vegan / Vegetarian
Vegetarianisme ringan tidak mengkonsumsi daging hewan darat, tapi masih makan ikan, telur dan susu serta produknya. Ini disebut semi-vegetarian dan dilakukan oleh pemeluk berbagai agama, terutama untuk alasan kesehatan.
Lacto-ovo vegetarian tidak mengkonsumsi daging dan ikan, tapi makan telur dan susu. Ini umum di kalangan masyarakat Barat. Lacto vegetarian hanya makan produk nabati dan susu, yang dipraktikkan sebagian masyarakat India.
Vegetarianisme ketat disebut Vegan yaitu hanya makan produk nabati, tidak mengkonsumsi susu dan madu dan tidak menggunakan produk dari kulit hewan. Penganut vegan juga anti peternakan hewan karena dianggap merusak lingkungan dan memperlakukan hewan dengan kejam.
Mengapa menjadi vegetarian?
Ada berapa alasan mengapa orang menjadi vegetarian. Pertama. Kesehatan. Mungkin ini alasan yang utama saat ini. Orang menjadi vegetarian bisa jadi karena mengidap penyakit seperti jantung, darah tinggi, kolesterol, kanker. Sebagian menjadi vegetarian ketika mengetahui bahwa peternakan yang memproduksi daging, ikan dan udang menggunakan bahan kimia berupa hormon, antibiotik, pestisida, pengawet dan penggemuk. Bahan kimia tersebut tersisa dalam daging yang kemudian dimakan manusia. Ancaman penyakit seperti sapi gila, flu burung dan flu babi juga membuat orang menghindari makan daging. Banyak orang mulai sadar bahwa pola makan vegetarian meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga tidak sering sakit.
Kedua. Pelestarian lingkungan menyebabkan banyak aktivis lingkungan menjadi vegetarian. Pada era 1980an, ada kampanye selamatkan hutan Amazon, yang memicu gerakan anti daging sapi, terutama hambur-ger dari gerai cepat saji. Alasannya: ratusan ribu hektar hutan Amazon ditebang untuk dijadikan padang rumput bagi peternakan sapi; dagingnya dikirim ke Amerika Serikat untuk dibuat hamburger. Karena itu, banyak aktivis lingkungan memboikot gerai hamburger.
Diperlukan 13 kalori input untuk menghasilkan 1 kalori dari daging sementara diperlukan hanya 6 kalori input untuk menghasilkan 1 kalori dari pangan nabati. Diperlukan 25 gallon air untuk menghasilkan satu pon gandum, tapi diperlukan 5,000 gal lon air untuk menghasilkan satu pon daging sapi Kalifornia. Artinya, peternakan hewan amat boros sumber daya dan energi..
Ketiga . Pemanasan global . Vegetarianianisme juga dianggap sebagai cara untuk mengatasi pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim. Produksi daging menimbulkan emisi gas rumah kaca (penyebab pemanasan global) berupa metana. Operasi peternakan dan pengangkutan daging menggunakan bahan bakar fosil cukup besar yang memicu pemanasan global. pabrik. Laporan Inter-governmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebutkan salah satu solusi mengatasi perubahan iklim adalah mengurangi konsumsi daging.
Keempat. Keadilan dan etika. Setiap tahun 800 juta orang kelaparan di dunia, dan 20 juta orang meninggal karena kekurangan gizi. Jika orang Amerika mengurangi makan daging 10% saja, maka seratus juta orang bisa diberi makan dari lahan peternakan yang diubah menjadi ladang pangan. Peternakan modern memberi makan jagung dan kedelai pada hewan, yang kemudian disembelih untuk menghasilkan daging bagi orang kaya, dengan harga yang disubsidi pemerintah. Ini adalah ketidakadilan. Lebih banyak pangan yang bisa dihasilkan bila orang tidak menghabiskan sumberdaya untuk memproduksi daging.
Banyak orang di Barat berhenti makan daging setelah melihat kekejaman terhadap hewan di peternakan dan rumah jagal. Bayangkan anak sapi yang tidak mendapatkan susu karena induknya harus memenuhi produksi susu untuk manusia. Di timur, etika tindakan non-kekerasan (ahimsa) merupakan alasan untuk menjadi vegetarian.
Kelima. Agama dan spiritualitas. Banyak pemeluk agama Hindu, Buddha dan Jain menjadi vegetarian karena mengikuti anjuran agama. Banyak keluarga di India, adalah vegetarian secara turun temurun. Ada pula orang atau sekte dari agama lain yang menjadi vegetarian karena alasan spiritualisme, yaitu sikap anti kekerasan dan sayang pada semua makhluk ciptaan Tuhan.
selamat bergabung dan menikmati banyak keajaiban didalam blog saya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ayo isikan selalu